Monday, August 6, 2018
Bunga Merah Jambu
Sambutmu begitu hangat
Bersahabat dan ramah
Putih santunmu terbalut senyum
Indah dan menawan
Kau sodorkan bunga merah jambu
Menambah semerbak persahabatan
Terimakasih untuk sambutan ini
Foto pada kegiatan serah terima siswa Sabah Bridge di SMKN 1 Martapura
Saturday, August 4, 2018
Senandung Sedih Putri Kecilku
Tuesday, July 31, 2018
Belajar dari Senyummu
Senyum indah dan tulus bak lengkungan pelangi
Senyum itu senyum ketulusan
Senyum itu senyum penuh kharisma
Aku tahu sulit untukmu mengabaikan setiap tawa senja yang indah
Aku tahu sulit untukmu menghindari senda gurau angin yang berlalu
Belajar dari senyummu,
Yang selalu tulus
Yang selalu memberi kedamaian
Aku ingin tetap di sini bersama senyummu
Karena aku tahu ada cinta di sana
Friday, July 27, 2018
Pantai Hatimu
Indahnya senja menambah kerinduan padamu
Ombak mengejar ku dalam lamunan
Mengingatkan semua tentang ketulusanmu
Hangatnya peluk angin menyeretku dalam kerinduan yang semakin dalam
Teringat langkah iringmu yang tak pernah lelah di sampingku
Aku tak ingin beranjak dari pantai hatimu
Aku tak ingin lepas dari tatap ombakmu
Aku akan tetap di sini
Bersamamu dalam kidung cinta yang indah
Tuesday, July 17, 2018
Senyum Terindah
Ku lihat indahnya cinta
Di balik bingkai senyummu
Ku temui tulusnya kasih
Aku mengerti arti semua senyummu
Tak ada pura-pura terukir di sana
yang ku tahu itu tulus
Semoga iklasmu
Terus mengukir kebahagianku, mu dan dia
Qiukey 170718
Monday, September 11, 2017
Melati
Melatiku,
Bunga yang menyebarkan wangi di nafasku
Bunga yang memberi aku arti ketulusan
Melatiku,
Engkau tumbuh tulus di halaman rumah meski tak terawat
Melatiku,
Kau ajarkan aku cara bertahan hidup di antara semak yang menggila
Melatiku,
Kau ajarkan aku, menumbuhkan tunas pada dahan yang kering
Melatiku,
Kau ajarkan aku iklas menerima musim yang datang, entah itu hujan ataupun panas
Kini Melatiku telah tiada
Namun ajaranmu akan tetap hidup di hatiku
110917 mengenangmu Ibunda cerita yang tak akan pernah mati di antara kita.
Friday, August 11, 2017
Aku Anak Kecilmu
Monday, August 7, 2017
Putih
Cinta itu putih
Ya seharusnya berwana putih
Cinta itu hijau
Ya seharusnya berwarna hijau
Cinta itu merah
Ya seharusnya berwarna merah
Cinta itu biru
Ya seharusnya berwarna biru
Cinta itu kuning
Ya seharusnya berwarna kuninb
Cinta itu warna warni
Ya seharusnya berwarna pelangi
070817
Sunday, August 6, 2017
Kuntum yang Tercecer
engkau ikatan yang tak erat
engkau keyakinan yang tak teguh
namun kau bulu domba yang indah
engkau wangi penyebar luka
engkau bunga penebar pesona
ternyata kau kempompong yang indah
engkau bakung yang mekar di tepi jalan
engkau putri malu yang berduri
ternyata kau sekuntum bunga
kuntum bunga yang lupa pada kelopak
kuntum bunga yang lupa pada halaman
ternyata kau kuntum bunga yang tercecer
tergeletak tak berarti
tergilas roda zaman
060817
Thursday, August 3, 2017
Aqil dan Ikal
Tuesday, August 1, 2017
Payung Merah
Rintik hujan bergulir di payung merah, tangan gemetar
Entah apa....
Mungkin luka,
Atau bahkan rasa lapar,
Rintik hujan bergulir di payung merah, kaki terhuyung
Entah apa...
Mungkin sakit,
Atau bahkan rasa kecewa
Bibir tersenyum di balik payung merah
Ah...ternyata indah
Bahkan rasa bahagia
Mata indah menatap dari balik payung merah
Ah ...ternyata cantik
Bahkan ada rasa syukur
010817
Saturday, September 24, 2016
Rinai Diantara Sepi
Katamu ada gerimis di mataku
Tapi tak ada sembab di pipiku
Ehm...mungkin kau salah lihat
Aku yakin kau telah salah melihat
Coba kau lihat lagi,
Bukankah benar tak ada gerimis di mataku?
Benarkan?
Katakan apa yang kau lihat,
Katamu kau melihat pelangi di mataku
Ya...pelangi diantara rinai sepi
Sepi yang damai
Sepi yang terlukis jelas
Katamu diantara diam,
Mengapa bukan gerimis?
Karena aku ingin terus bersamamu,
Tapi mengapa tanyamu penuh ragu?
Karena rinai hujan mengantarkanku pada sepi, dan sepi selalu mengingatkan ku pada kenangan tentang mu...Ayah
Thursday, September 8, 2016
Perempuan dengan Setangkai Kembang Bungur
Apa yang terpikir
Dalam hatimu wahai tubuh yang semampai
Entah......
Apa yang terlintas
Dalam benakmu wahai bayang yang membayang
Aku tak pernah tau atau bahkan kau pun tak tau
sudahlah....mungkin kita berdua tak perlu tau
Pada bayang yang membayang ku lihat garis senyummu...tipis penuh kedamaian
Pada senyum tipismu tersirat kerinduan
yahh...mungkin kau rindu pada sudut rumah yang penuh gelak tawa
ehm...rumah di bawah pohon bungur dengan bunga terserak
Kini sepi...
Pada senyum tipismu ada cerita tentang tangan mungil yang menghadiahi mu setangakai kembang
Bukan mawar,
Bukan melati, apa lagi Edelweis
Tapi kau bahagia
Senja ini kau berdiri di antara kembang bungur yang terserak
Senja ini kau tersenyum mengingat kenangan indah di balik setangkai kembang berwarna ungu muda
Dalam senyummu diantara mentari yang kan kembali keperaduan
Kau lihat dalam bayang yang tak jelas perempuan dengan setangkai Kembang Bungur
Senyummu begitu jelas
Ibu....
Friday, February 19, 2016
Malam
Malam yang termangu tak mengerti gulita
Malam yang terhenyak tak mengerti sunyi
Malam gulita nan sunyi bersahabat dengan sepi
Aku malam, engkau malam bersahabat dengan bintang
Aku malam, engkau bintang bertemu di cawan rembulan nan damai
Wednesday, January 13, 2016
Jendela Harapan
Ku intip hatimu dari balik jendela mimpi
tak ada aku di sana
Ku tengok ruang pikiranmu dari jendala tanpa daun
tak ada aku di sana
Baiklah, mungkin semua jendela telah tertutup hingga tak kulihat diriku di matamu
Besok, lusa akan ku buka lagi jendela harapan ini hingga aku yakin ada aku di hatimu
One Day One Post# hari kedua
Monday, January 11, 2016
Meja Makan
Ku lukis raut wajahmu di piring putih hijau
Ku simpan senyummu di gelas penuh air putih
Kerling mata indahmu di balik meja makan, mengintipku jenaka
Katamu, makanannya enak
Ku tatap sekali lagi wajah_ wajah mungil yang tersangkut di meja makan malam ini
Tak ku dapati kecewa, meski di meja makan hanya siap nasi putih dan telur rebus
Gelak tawa dan canda tetap pecah berserak di meja makan
#OneDayOnePost#hari pertama
Monday, July 6, 2015
Karena Aku Ibumu
Tuesday, June 30, 2015
Doa Kerinduan
Menerbitkan selaksa air mata di binar yang kian redup,
Ku genggam tangis dan ku peluk pilu agar tetap tegar
seperti yang engkau ajarkan padaku
Rasa yang ku miliki mungkin tak sebesar cintamu padaku
tapi doaku tulus untukmu
Kelu, aku tak mampu mengucap kata untuk mengantarmu pergi
tapi juga tak sanggup membuatmu bertahan
Pergilah untuk menapaki cinta yang lebih sejati
dan ku titip salam sayang untukmu lewat senandung doa kerinduan
Semoga engkau bahagia
